Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Tangerang yang Sejahtera dan Berdaya Saing
24 Jul 2026 62 pembaca ADMIN DPMPTSP

Realisasi Investasi Kabupaten Tangerang Triwulan II Tahun 2026 Capai Rp11,63 Triliun, Serap 20.275 Tenaga Kerja

Kabupaten Tangerang – Kinerja investasi di Kabupaten Tangerang pada Triwulan II Tahun 2026 menunjukkan capaian yang menggembirakan. Berdasarkan data Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang dihimpun melalui sistem Online Single Submission (OSS) Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), nilai realisasi investasi Kabupaten Tangerang mencapai Rp11,63 triliun dengan penyerapan 20.275 tenaga kerja Indonesia (TKI).

Capaian tersebut mencerminkan bahwa Kabupaten Tangerang tetap menjadi salah satu daerah tujuan investasi yang strategis di Indonesia. Keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan infrastruktur yang semakin baik, kawasan industri yang berkembang, kemudahan pelayanan perizinan berbasis digital, serta sinergi yang kuat antara Pemerintah Kabupaten Tangerang, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif.

Investasi yang terus tumbuh memiliki peran penting sebagai penggerak pembangunan daerah. Selain meningkatkan aktivitas ekonomi, investasi juga menciptakan lapangan kerja, memperluas kesempatan berusaha, meningkatkan daya saing industri, serta memberikan multiplier effect terhadap sektor-sektor ekonomi lainnya.

PMDN Mendominasi, PMA Tetap Menunjukkan Kepercayaan Investor Global. Komposisi investasi pada Triwulan II Tahun 2026 menunjukkan bahwa Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masih mendominasi dengan kontribusi sebesar 60,7 persen, sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) memberikan kontribusi sebesar 39,3 persen.

Dominasi PMDN menunjukkan tingginya optimisme pelaku usaha nasional terhadap prospek ekonomi Kabupaten Tangerang. Sementara itu, besarnya kontribusi PMA mencerminkan bahwa Kabupaten Tangerang tetap memiliki daya saing tinggi di mata investor internasional berkat stabilitas ekonomi daerah, ketersediaan kawasan industri, serta kemudahan berusaha yang terus ditingkatkan.

Komposisi tersebut menggambarkan struktur investasi yang sehat, di mana investasi domestik menjadi fondasi utama pertumbuhan ekonomi, sementara investasi asing turut membawa modal, teknologi, inovasi, dan jaringan pasar global yang semakin memperkuat daya saing daerah.

Sektor Jasa dan Industri Menjadi Motor Penggerak Investasi. Berdasarkan kelompok sektor utama, realisasi investasi Kabupaten Tangerang masih didominasi oleh sektor jasa (tersier), yaitu sebesar 56,5 persen, diikuti sektor industri pengolahan (sekunder) sebesar 43,1 persen, sedangkan sektor primer memberikan kontribusi sebesar 0,3 persen. Dominasi sektor tersier menunjukkan semakin berkembangnya aktivitas ekonomi berbasis perdagangan, jasa, logistik, dan pelayanan bisnis. Di sisi lain, besarnya kontribusi sektor sekunder menunjukkan bahwa Kabupaten Tangerang tetap mempertahankan posisinya sebagai salah satu pusat industri manufaktur nasional.

Apabila dilihat berdasarkan rincian sektor usaha, lima sektor dengan nilai investasi terbesar adalah:

• Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran sebesar Rp2,88 triliun;

• Perdagangan dan Reparasi sebesar Rp1,80 triliun;

• Industri Barang dari Kulit dan Alas Kaki sebesar Rp1,05 triliun;

• Jasa Lainnya sebesar Rp843,18 miliar; dan

• Industri Karet dan Plastik sebesar Rp676,66 miliar.

Besarnya investasi pada sektor kawasan industri menunjukkan bahwa Kabupaten Tangerang masih menjadi lokasi strategis bagi pengembangan usaha dan ekspansi perusahaan. Sementara itu, pertumbuhan sektor perdagangan dan jasa memperlihatkan semakin kuatnya aktivitas ekonomi yang mendukung ekosistem industri di daerah.

Investor Asia Masih Mendominasi. Dari sisi negara asal investasi, realisasi investasi Kabupaten Tangerang masih didominasi oleh negara-negara di kawasan Asia, di antaranya Republik Rakyat Tiongkok, Singapura, Hong Kong, Korea Selatan, dan Jepang.

Hal ini menunjukkan bahwa Kabupaten Tangerang telah menjadi bagian penting dalam rantai pasok industri regional Asia. Ke depan, Pemerintah Kabupaten Tangerang juga akan terus memperluas promosi investasi kepada calon investor dari kawasan Eropa, Timur Tengah, Amerika, maupun negara potensial lainnya guna meningkatkan diversifikasi sumber investasi.

Investasi Berdampak Nyata terhadap Penyerapan Tenaga Kerja. Selain memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, investasi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja.

Pada Triwulan II Tahun 2026, investasi yang terealisasi berhasil menyerap 20.275 tenaga kerja Indonesia. Angka tersebut menunjukkan bahwa investasi yang masuk tidak hanya bersifat padat modal, tetapi juga mampu menciptakan kesempatan kerja yang luas sehingga memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Secara umum, capaian investasi Triwulan II Tahun 2026 memperlihatkan beberapa indikator positif yang menunjukkan fundamental ekonomi daerah masih terjaga dengan baik.

Pertama, nilai investasi sebesar Rp11,63 triliun mencerminkan tingginya tingkat kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi, kepastian berusaha, dan prospek pengembangan usaha di Kabupaten Tangerang.

Kedua, dominasi PMDN mengindikasikan bahwa pelaku usaha nasional masih aktif melakukan ekspansi bisnis, sementara besarnya kontribusi PMA menunjukkan Kabupaten Tangerang tetap kompetitif dalam menarik investasi global.

Ketiga, komposisi investasi yang didominasi sektor jasa dan industri menggambarkan struktur ekonomi daerah yang semakin modern dan memiliki daya tahan terhadap dinamika ekonomi nasional maupun global.

Keempat, penyerapan lebih dari dua puluh ribu tenaga kerja menjadi bukti bahwa investasi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus mendukung target pembangunan ekonomi yang inklusif.

Kelima, dominasi investor dari kawasan Asia menunjukkan bahwa Kabupaten Tangerang masih menjadi bagian penting dalam ekosistem industri internasional, sekaligus membuka peluang untuk memperluas kerja sama investasi dengan negara-negara lain.

Kepala DPMPTSP: Investasi Berkualitas Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Menanggapi capaian tersebut, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tangerang menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelaku usaha, perangkat daerah, serta seluruh pemangku kepentingan yang telah berkontribusi dalam menjaga iklim investasi yang kondusif.

"Alhamdulillah, realisasi investasi pada Triwulan II Tahun 2026 mencapai Rp11,63 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 20.275 orang. Capaian ini merupakan indikator bahwa Kabupaten Tangerang masih menjadi daerah tujuan investasi yang dipercaya oleh investor, baik dari dalam negeri maupun luar negeri," ujarnya.

Menurutnya, investasi tidak hanya diukur dari besarnya nilai modal yang masuk, tetapi juga dari manfaat ekonomi yang dihasilkan bagi masyarakat.

"Kami melihat bahwa investasi yang masuk telah memberikan multiplier effect yang positif. Selain meningkatkan aktivitas industri dan perdagangan, investasi juga mendorong tumbuhnya sektor jasa, kawasan industri, dan berbagai kegiatan ekonomi lainnya yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat," jelasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dominasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) merupakan sinyal positif atas meningkatnya kepercayaan dunia usaha nasional terhadap Kabupaten Tangerang. Di sisi lain, kontribusi PMA menunjukkan bahwa daerah ini tetap memiliki daya tarik tinggi bagi investor internasional.

"Kepercayaan investor harus terus kita jaga melalui pelayanan perizinan yang cepat, mudah, transparan, akuntabel, dan responsif. DPMPTSP berkomitmen memberikan pelayanan prima sekaligus memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah agar setiap investasi dapat direalisasikan secara lebih efektif, cepat, dan memberikan manfaat bagi masyarakat," tambahnya.

Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang akan terus memperkuat ekosistem investasi melalui penyederhanaan proses perizinan, percepatan penyelesaian hambatan investasi, pendampingan kepada pelaku usaha, pengawasan pelaksanaan investasi melalui LKPM, serta promosi potensi investasi daerah secara lebih masif.

"Ke depan, fokus kami bukan hanya meningkatkan nilai investasi, tetapi juga mendorong investasi yang berkualitas, berkelanjutan, berorientasi pada penciptaan lapangan kerja, peningkatan nilai tambah industri, penguatan ekonomi lokal, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, serta seluruh pemangku kepentingan akan terus diperkuat agar Kabupaten Tangerang semakin menjadi daerah tujuan investasi yang unggul, kompetitif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional," pungkasnya.

Komitmen Mewujudkan Investasi yang Inklusif dan Berkelanjutan

Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui DPMPTSP akan terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang penanaman modal melalui transformasi digital, penyederhanaan prosedur perizinan, penguatan koordinasi lintas perangkat daerah, serta fasilitasi penyelesaian berbagai kendala yang dihadapi investor.

Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan realisasi investasi pada semester berikutnya dapat terus meningkat, tidak hanya dari sisi nilai investasi, tetapi juga kualitas investasi yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas daerah, memperkuat daya saing industri, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tangerang yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing menuju Kabupaten Tangerang yang semakin sejahtera dan maju. 






Selamat Datang di Web Terpadu Kabupaten Tangerang!

Kami menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda saat menjelajahi situs ini. Cookies membantu kami memahami preferensi Anda dan memungkinkan kami untuk memberikan konten yang lebih relevan dan pengalaman yang lebih personal. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran mengenai penggunaan cookies, jangan ragu untuk menghubungi kami.