Pelayanan OSS RBA di Kabupaten Tangerang pada periode November 2025 berjalan efektif 2.595 Nomor Induk Berusaha (NIB) yang telah diterbitkan.
analisis berdasarkan Dashboard OSS Berbasis Risiko Kabupaten Tangerang Periode 01–30 November 2025:
Dashboard menunjukkan bahwa selama periode pelaporan terdapat 2.595 Nomor Induk Berusaha (NIB) yang telah diterbitkan, dengan dominasi pelaku usaha UMK sebanyak 2.513 NIB (96,8%), sedangkan Non-UMK hanya 82 NIB (3,2%). Hal ini mencerminkan bahwa mayoritas pelaku usaha yang memanfaatkan OSS RBA di Kabupaten Tangerang masih didominasi oleh usaha mikro dan kecil, menunjukkan keberhasilan pemerintah daerah dalam mendorong formalitas usaha kecil menengah.
Dari sisi proyek berdasarkan tingkat risiko, tercatat 2.657 proyek, dan mayoritas berada pada kategori Risiko Rendah sebanyak 1.424 proyek (50,6%). Selanjutnya, Risiko Menengah Rendah sejumlah 899 proyek (33,8%), dan Risiko Menengah Tinggi sebanyak 290 proyek (10,9%). Sementara itu, Risiko Tinggi hanya 44 proyek (4,7%). Komposisi ini memperlihatkan bahwa kegiatan usaha di Kabupaten Tangerang cenderung berada pada kategori risiko yang dapat dikelola secara sederhana, sehingga proses perizinan relatif lebih cepat dan tidak memerlukan verifikasi berlapis.
Pada sebaran proyek per kecamatan usaha, Kecamatan Kelapa Dua menjadi wilayah dengan jumlah proyek terbanyak yaitu 334 proyek (12,6%), disusul Pagedangan 237 proyek (9,8%), Cikupa 203 proyek (7,9%), dan Cisauk 202 proyek (6,2%). Dominasi kecamatan-kecamatan ini menandakan bahwa wilayah-wilayah tersebut adalah pusat pertumbuhan ekonomi dengan aktivitas investasi yang tinggi, terutama karena kawasan permukiman, pusat komersial, dan industri yang berkembang pesat.
Dari sebaran Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI), terlihat bahwa bidang usaha yang paling banyak dipilih adalah 56103 – Kedai Makanan dengan 636 izin (28,4%), diikuti 47110 – Perdagangan eceran berbagai macam barang terutama makanan sebanyak 502 izin (22,4%), serta 56304 – Kafe dengan 149 izin (6,6%). Kecenderungan ini menunjukkan bahwa sektor kuliner dan perdagangan ritel masih menjadi pilihan dominan bagi masyarakat dan investor skala UMK karena nilai investasinya yang relatif terjangkau dan potensi keuntungan yang stabil.
Pada bagian sebaran perizinan berdasarkan jenisnya, izin yang paling banyak diterbitkan adalah OK (Online Single Submission kelayakan) dengan 1.146 izin, disusul Standar Risiko Rendah sebanyak 1.048 izin, sedangkan izin UMK dan Non-UMK relatif lebih sedikit. Data ini memperkuat bahwa mayoritas kegiatan usaha termasuk kategori risiko rendah serta diinisiasi oleh pelaku usaha mikro dan kecil.
Dari sisi status perizinan, terdapat 1.711 izin, dengan 1.083 izin (63%) telah terbit atau sesuai persyaratan, 574 izin (33,5%) berstatus terbit otomatis, sementara 54 izin (2,4%) masih menunggu verifikasi. Angka ini menunjukkan kinerja pelayanan perizinan yang cukup baik karena sebagian besar perizinan dapat diselesaikan cepat melalui mekanisme otomatisasi OSS RBA, sedangkan jumlah izin yang menunggu verifikasi sangat kecil.
Pada sebaran perizinan berdasarkan hari, terlihat adanya pola fluktuatif yang signifikan. Puncak penerbitan izin terjadi pada tanggal 05 November dengan 214 izin, serta pada tanggal 04 November dengan 172 izin. Di sisi lain, terdapat hari-hari dengan penerbitan izin yang rendah, seperti tanggal 16–19 November. Pola ini dapat mengindikasikan adanya kecenderungan masyarakat mengurus izin pada awal pekan atau setelah hari libur, serta menunjukkan beban kerja sistem OSS RBA yang tidak selalu merata setiap harinya.
Secara keseluruhan, dashboard ini memberikan gambaran bahwa pelayanan OSS RBA di Kabupaten Tangerang pada periode November 2025 berjalan efektif, dengan tingkat penerbitan NIB dan izin yang tinggi, dominasi usaha skala UMK, serta kecenderungan risiko usaha yang rendah. Aktivitas perizinan yang terkonsentrasi pada kecamatan tertentu menandakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat. Data ini dapat menjadi dasar evaluasi dan pengambilan kebijakan dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan perizinan dan mendorong iklim investasi yang kondusif di Kabupaten Tangerang.
Berita Lainnya
-
24 Jul 2026
Realisasi Investasi Kabupaten Tangerang Triwulan II Tahun 2026 Capai Rp11,63 Triliun, Serap 20.275 Tenaga Kerja
Kabupaten Tangerang – Kinerja investasi di Kabupaten Tangerang pada Triwulan II Tahun 2026 menunjukkan capaian ...
-
20 Jul 2026
“Dorong Pasar Tradisional Naik Kelas, DPMPTSP Kabupaten Tangerang Gelar Penyuluhan dan Pembuatan NIB di Pasar Sentiong Balaraja!!!”
Tigaraksa, 7 Juli 2026 -Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tangerang ...
-
02 Jul 2026
“Dorong Pedagang Miliki NIB dan Melek Legalitas!, DPMPTSP Kabupaten Tangerang Sambangi Pasar Kutabumi dengan Memberikan Penyuluhan dan Membantu Pembuatan NIB Secara Gratis!!!”
Tigaraksa, 1 Juli 2026 -Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tangerang ...
-
01 Jul 2026
Kinerja Perizinan Triwulan II 2026 Capai 98,61%
TIGARAKSA – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tangerang mencatat kinerja ...
-
19 Jun 2026
DPMPTSP Kabupaten Tangerang Gelar Forum Konsultasi Publik Standar Pelayanan Perizinan dan Nonperizinan Tahun 2026
Kabupaten Tangerang – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tangerang menyelenggarakan ...