Pemda Kabupaten Tangerang Akan Bangun BLK di Kosambi

Berita

Tangerang,–Pemerintah Kabupaten Tangerang berencana membangun Balai Latihan Kerja (BLK) di wilayah Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang. BLK ini diharapkan bisa mencetak tenaga kerja yang mumpuni dibidangnya.

Demikian dikatakan Bupati Tangerang A. Zaki Iskandar dihadapan pelaku industri dan pergudangan se Kecamatan Kosambi saat acara pembinaan pengelola industri dan pergudangan bertempat di Pendopo Bupati Tangerang, Jl Kisamaun Kota Tangerang, Kamis (16/11).

“BLK ini mencetak tenaga kerja yang siap pakai di industri di wilayah Kosambi. Kami juga minta kepada pelaku industri untuk membina tenaga kerja di BLK, hasilnya bisa digunakan diperusahaanya,” kata Zaki.

Untuk lokasi BLK, Pemerintah kabupaten Tangerang berencana akan merelokasi SPMN I Kosambi ke tempat yang jauh dengan kawasan industri dan pergudangan, sehingga aktifitas mengajar tidak terganggu dengan kegiatan pabrik. Eks lokasi SMPN I Kosambi akan di bangun BLK. Sebagai tugas pokok dan fungsinya tanggungjawab Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang Ir. H. M. Jarnaji menambahkan BLK yang dimiliki Kabupaten Tangerang saat ini di Desa Pasir Muncang Kecamatan Jayanti, BLK tersebut baru dioperasikan pada bulan Agustus tahun 2017, selain pelatihan keterampilan sektor formal juga di berikan di BLK.

Terkait rencana ada penambahan BLK yang akan dibangun di Kecamatan Kosambi, pihaknya siap melaksanakan sesuai arahan Bupati Tangerang, karena BLK merupakan program unggulan pemerintah Kabupaten Tangerang dalam peningkatan kualitas dan produkstifitas tenaga kerja sehingga diharapkan dapat mencetak tenaga kerja yang handal siap pakai.

Camat Kosambi Toni Rustoni mengatakan rencana pembangunan BLK di wilayah Kosambi, pihaknya sangat setuju mengingat Kosambi sebagai zona industri dan pergudangan tentu membutuhkan tenaga kerja yang siap pakai.

“Kalau lokasi BLK sudah siap, rencana SMPN I Kosambi akan dipindahkan ke tempat lain jauh dengan kawasan industri, sehingga tidak terganggu aktifitas pendidikan dengan pabrik. Peristiwa kebakaran pabrik kembang api waktu lalu sangat menganggu kegiatan belajar mengajar SMP karena lokasinya sangat dekat dengan pabrik. Agar tidak terjadi peristiwa seperti itu kami setuju sekolah dipindahkan, dan bekas lahan sekolah dibangun BLK,” kata Toni Rustoni. (*)